Saat ini aku merasa gimanaa gt. Merasa aneh, rendah dan malu dengan keadaan sekitar. Ya lebih tepatnya aku malu sebagai muslim. Eit jangan salah sangka dulu…. Ini ada alasannya. Sepele si masalahnya. Cuman gara2 baju doank padahal.

Hari itu aku baru pulang dari warnet pagi kira2 jam 6. Waktu itu ada ketemu ma temen yg kayaknya pagi itu necis banget. Dandan abis dia. Dengan iseng aku pun Tanya ma dia, “mo kemana? Mo kendan ya?”. Lalu dia menjawab, “mau ke gereja”. “Ooh…”. Lalu aku pun melanjutkan perjalanan ke kosan.

Sampai di kosan aku mandi. Trus tiba2 saat mandi aku teringat ma temenku td. Eitt jangan pikiran macem2 lho.. waktu itu aku berpikir. Klo ke gereja pasti pake baju yg bagus. Kok beda ya ma aku. Biasanya klo aku ibadah Cuma pake pakaian yg lagi melekat. Abis mandi pun masih kepikiran.

Jujur aja. Aku merasa kecil dan malu banget klo ingat itu terus. Bukankah kalo kita sholat menghadap Yang Punya Hidup. Kok aku Cuma pakje baju yg alakadarnya. Padahal klo lagi kencan dandannya abis2an.  Jadi malu aku…

Akhirnya setelah sekian lama saya bisa menulis lagi di blog. Bukan waktu yang sebentar saya kira setelah vakum di dunia blog. Maklum saya masih belum termasuk dalam taraf blogphobia. Sehingga saya masih sempat mengecek ada apa saja yang terjadi akhir-akhir ini di blog. Tak lama kemudian saya baru tersadar bahwa saya kurang meluangkan waktu buat blog ku yang  tercinta ini. Ngomong-ngomong soal waktu saya ingin mencoba mencurahkan apa yang ada dalam pikiranku ini.

Time is money. Time is gold. Waktu adalah sebuah masa yang terus berganti. Waktu itu sedemikian pentingnya hingga orang-orang rela membunuh kebebasannya karena waktu yang terus mendesak. Tak bisa dipungkiri bukan?

Waktu itu sedemikian pentingnya hingga Allah SWT berjanji atas nama waktu. Coba kita lihat surat Al-Ashr ayat pertama. Allah berfirman “Demi Waktu(masa)”(bukan lagunya ungu lho). Mengapa Allah SWT sampai berjanji atas nama waktu? Karena waktu itu sangat amat berharga sekali. Mengapa waktu sangat amat berharga sekali? Karena waktu tidak bisa diulang kembali.

Sampai berharganya waktu itu, seorang imam(saya lupa namanya, kalau tidak salah namanya Imam Syafii) pernah berkata bahwa jika ada orang yang mau menjual masa mudanya maka Imam tersebut akan membelinya berapapun harganya. Subhanallah. Sebegitu berharganya waktu sampai seorang imam mau membelinya berapapun harganya.

Pernahkah kita melihat di tv tentang seorang pecinta yang kehilangan pujaannya karena waktu? Lalu apa yang terjadi? Sebuah penyesalan yang amat sangat. Lalu sebuah pertanyaan bagi kita. Sudahkah kita menghargai waktu kita? Sudahkah kita menggunakan waktu kita sebaik-baiknya? Hanya Allah SWT yang tahu.

WARNING!!! Postingan ini tidak dimaksudkan untuk melecehkan suatu kaum tertentu. Hanya sharing tentang pengalaman hidup seorang Matt De Stupid King ketika nyasar di Jakarta beberapa saat yang lalu.

“if u wanna date me, just ask” atau “would u be my boyfriend?”. Pernah ngga blogger cowok mendapat kata2 demikian? Bukan dari cewek, tetapi dari sesama cowok…

Nah. Itulah hal yang pernah terjadi pada temenku. Waktu temenku curhat sama aku, aku kira dia cuman ada masalah ma ceweknya. Eh ternyata gitu to. Aku jadi mikir. Apa ngga sebegitu lakunya di dunia percintaan antara para arjuna di muka bumi dengan dewi-dewi di kahyangan??? Sampai-sampai para arjuna ini “terpaksa” mencintai sesama arjuna.

Setelah itu dia kayaknya ada lagi yang diomongin. Dia menolak ma cowok yang baru aja nembak dia(hebat euy, pikirku). Ngga cuma itu. Dia putus ma ceweknya yang baru jadian sebulan lalu. Aku sempat mikir nih anak sehat ngga ya??

Sebagai temen yang baek (uhuk…) aku sih langsung berusaha menghibur dia. Aku ajak dia muter2 kota sampai ngisi bensin motor 3 kali. Dan tak lupa dianter ke kosnya dia. Nah inilah awal mimpi buruk itu terjadi. Temenku itu ternyata menolak mereka semua karena dia sudah menyukai seseorang dari dulu. Cuma sekarang dia berani ngomong ma orangnya langsung. Tau ngga siapa orang yang disukainya?? Dia ternyata suka ma GW???? OH MY GOD!!! WHAT THE H**L IS GOING ON??? Mo pingsan. Tp takut diapa2in. Aku langsung ngomong, “sorry ya. gw ngga bisa jadi pacar loe..”.

Sejak saat itu kayaknya dia males banget ma aku(takut ketularan gila kali ya…). Dan Terakhir dia ketemu aku dia kayaknya udah dapet cowok baru…. So Sweet…. Dia telah menemukan cintanya lagi…

Rasanya aku juga dah waktunya buat mikir pendamping hidup. Mencari mozaik-mozaik yang tercecer di persimpangan waktu. Dan menanti ada seorang bidadari yang cukup sial untuk mengatakan ” Yes I do…” ketika aku lamar dia….

Semoga saja….

nb: ada beberapa bagian dipostingan ini yang saya edit dikit utk menghindari hal2 yg tdk diinginkan. :)

Maret telah berlalu. Yah sedikit review tentang apa yang aku lakukan selama Maret ini. Maret oh Maret….
Awal Maret. Ngga ada yang special. Terima duit bulanan. Bingung mo diapain tuh duit(saking sedikitnya huu huu). Tapi tetep semangat dunk… (tuh kan bener2 ngga ada yang special). :)
Pertengahan Maret. Sama aja… Lho kok?? Emang ngga ada apa2 kok.
Akhir Maret. Nah ini baru… Akhir Maret ini terasa begitu menarik. Kenapa? Karena ada beberapa kejadian yang terjadi. Mulai dari tragedi ayam panggang “berpenghuni” yang bener2 membuat aku keseeelll banget (latian curhat ala cewek). Tapi bener deh… aku ma temen2 ngga nyangka klo sampai ada “itunya”. Huh sebelnya masih kerasa sampai sekarang.
Lalu ada hal menarik lainnya. Sehari setelah tragedi ayam panggang, aku maen ke sanggar pramuka ITS. Karena kebetulan ada gawe di sana. Di sana aku ketemu orang yang aku katakan sangat menarik. Cewek euy… Geulis pisan… Namanya Kiki. Wajahnya imut. Secara gitu… Tapi ada satu hal yang kurang. Dia tuna netra alias ngga bisa ngeliat.
Yang bikin menarik si Kiki itu adalah ketika dia cerita tentang apa yang dikatakan ibunya pada tetangganya. “Si Kiki itu cantik, pinter. Tapi ngga bisa ngeliat” begitu kata ibunya enteng. Eh si Kiki malah ketawa. Trus dia juga bilang klo sebenernya agak kesel juga ibunya ngomong gitu. Rasanya aku pengen ngomong,”Yang buta itu bukan kamu Ki, tapi aku. Kok bisa2nya aku tertarik dengan orang kaya kamu”. Hahaha… Keluar deh sisi lain diriku yang playboy cap kuda nyengir. :mrgreen:
Setelah itu dia ngomong juga klo dia diundang nyanyi oleh salah satu radio swasta di Surabaya. Wuiihh…. Hebat euy… Aku aja klo nyanyi lirik hari rabu, nada hari minggu, dan temponya hari senin. Pokoknya ngga keren deh… Cuman sayangnya aku ngga bisa menikmati indah suaranya (uhuk…), karena aku hari itu sudah janji mo pulang kampung ke desa. “Sapi” di desa kangen. :mrgreen:
Oya ada lagi yang menarik tentang si Kiki. Dia ngenalin aku bukan dari menghapal cara dan gaya bicaraku. Tapi dari caraku tertawa. Salut deh buat Kiki…
Pesan Moral : Karena ada perbedaan itulah hidup ini terasa indah.
Inilah sebuah kisah yang mengenaskan…Alkisah ada dua orang laki-laki yang telah bersahabat sejak jaman megalithikum. Sebut saja Matt dan Boed. Setelah Matt menolong Boed, diundanglah Matt oleh Boed untk makan-makan dengan rekan kerja yang lain. Dan kebetulan lauk malam itu adalah Ayam Panggang khas ibunya si Boed.Sekilas cerita tentang si ayam panggang yang kami makan. Ayam ini adalah hadiah dari ibu si Boed yang menjenguk anak laki-lakinya di kos2an siang kemaren. Lalu untuk berbagi rejeki dipanggillah kami untuk diajak makan ayam tersebut.

Ceritanya aku lanjutkan. Jam setengah sebelas seluruh personil sudah siap untuk mengikhlaskan pengorbanan si ayam itu. Ada Matt, Boed, Tante Sofie, Mbak I’in, Mbokdhe Nuha, dan Neng Maria. Dan tak lama kemudian setelah diawali dengan do’a, dimulailah insiden ayam panggang tersebut. Ketika kami semua makan tiba2 ada salah satu orang di antara kami (mbak I’in) yang nyeletuk, “kok rasanya ada yang aneh sama nih ayam… Apa ini cuma perasaanku saja atau emang bener-bener…”. Lalu Neng Maria ikut melihat ayam tersebut. Tiba-tiba saja raut mukanya berubah. Dan hal itu diikuti oleh tante Sofie dan Mbokdhe Nuha. Lalu aku pun melihat ayam itu dengan lebih teliti… Dan karena aku mengetahui penyebab raut wajah mereka berubah aku pun ikut berhenti makan dan berusaha menenangkan emak2 yang lagi ribut. Dan tentu saja si Boed tetep tenang-tenang aja makan tuh ayam. Lalu aku pun keluar mencari kamar mandi dan keluarlah ayam yang baru saja aku makan itu. Kenapa??? Ternyata ayam tersebut sudah ngga layak makan. Ayam tersebut ternyata sudah dihuni oleh beberapa ekor makhluk berwarna putih kecil dan menggeliat2 itu. Sial banget rasanya. Bahkan sampai saat aku nulis ini pun aku masih merasa pengen muntah lagi… Dasar nasib…..
Oya sory kalau temen2 semua yang baca ini lagi makan… aku cuma pengen curhat karena ayam tersebut…

Kesimpulan : GW JADI MALES MAKAN AYAM LAGI SIAALL!!!!

Next Page »